GORONTALO, LIMEHU.COM — Panitia Pelaksana Hari Amal Bakti (HAB) ke-80 Kementerian Agama Republik Indonesia tingkat Provinsi Gorontalo menegaskan bahwa pelaksanaan kegiatan Jalan Sehat Kerukunan tidak mengganggu kegiatan pembelajaran di madrasah dan tetap sejalan dengan semangat peringatan HAB.
Ketua Panitia Pelaksana HAB ke-80 tingkat Provinsi Gorontalo, H. Mahmud Y. Bobihu, yang juga Kepala Bagian Tata Usaha Kanwil Kementerian Agama Provinsi Gorontalo, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian resmi HAB ke-80 yang telah direncanakan dengan mempertimbangkan aspek edukatif, keselamatan, serta keberlangsungan layanan pendidikan madrasah.
“Kegiatan Jalan Sehat Kerukunan bertujuan menumbuhkan semangat kebersamaan, kerukunan, dan kesehatan jasmani aparatur Kementerian Agama. Pelaksanaannya telah diatur agar tidak mengganggu tugas utama guru dan proses pendidikan di madrasah,” ujar Mahmud, Kamis (9/1/2026).
Ia menjelaskan bahwa pelaksanaan kegiatan tersebut telah disesuaikan dengan Kalender Akademik Madrasah Provinsi Gorontalo Tahun Pelajaran 2025/2026, serta merujuk pada Surat Edaran Sekretaris Jenderal Kementerian Agama RI Nomor 39 Tahun 2025 tentang Pedoman Peringatan HAB ke-80 Kemenag RI, yang di dalamnya mencantumkan kegiatan Jalan Sehat Kerukunan sebagai salah satu agenda.
Menurut Mahmud, berdasarkan kalender akademik, semester genap dimulai pada 5 Januari 2026. Pada pekan awal semester, kegiatan madrasah masih berada pada tahap persiapan pembelajaran, seperti penataan lingkungan, administrasi kelas, dan kesiapan perangkat ajar, sehingga proses pembelajaran efektif di kelas belum berlangsung secara penuh.
“Pada fase awal semester, aktivitas madrasah masih bersifat persiapan. Oleh karena itu, keterlibatan guru dalam kegiatan HAB tetap memperhatikan kewajiban pendidik dan tidak mengabaikan hak peserta didik,” jelasnya.
Mahmud menambahkan, partisipasi guru madrasah dalam kegiatan Jalan Sehat Kerukunan dilakukan secara proporsional melalui koordinasi dengan masing-masing satuan pendidikan. Panitia, kata dia, berkomitmen agar seluruh rangkaian kegiatan HAB tidak mengorbankan proses pendidikan.
Dari sisi keselamatan, panitia juga telah melakukan koordinasi dengan aparat keamanan dan instansi terkait guna memastikan kelancaran dan keamanan kegiatan, termasuk pengaturan teknis pelaksanaan dan arus lalu lintas di lokasi kegiatan.
“Pengalaman dari pelaksanaan kegiatan serupa pada tahun-tahun sebelumnya menjadi bahan evaluasi penting. Karena itu, aspek keselamatan dan ketertiban peserta menjadi prioritas dalam perencanaan HAB ke-80,” ujarnya.
Mahmud menegaskan bahwa peringatan HAB ke-80 Kementerian Agama di Provinsi Gorontalo tidak hanya berisi kegiatan seremonial, tetapi juga dirangkaikan dengan kegiatan substantif yang mendukung penguatan moderasi beragama, peningkatan kualitas aparatur, serta pelayanan keagamaan dan pendidikan kepada masyarakat.
“HAB merupakan momentum refleksi dan penguatan pengabdian. Seluruh rangkaian kegiatan dirancang agar tetap selaras dengan peningkatan mutu layanan Kementerian Agama, termasuk di bidang pendidikan madrasah,” pungkasnya. (*)