Jakarta – Kabar duka datang dari Kabupaten Nduga, Papua Pegunungan. Banjir dan longsor yang terjadi pada Sabtu (1/11) lalu menyisakan duka mendalam. Tim Koops Habema TNI turun tangan memberikan bantuan dan melakukan pencarian korban. Hingga Senin (4/11), sebanyak 23 warga dilaporkan hilang, termasuk 15 orang yang diduga terseret arus saat bermain voli.
Tragedi ini menjadi pengingat akan pentingnya kewaspadaan terhadap bencana alam. Koops Habema TNI bergerak cepat dengan mendirikan Posko Kemanusiaan untuk membantu warga yang terdampak. Upaya pencarian dan penyelamatan terus dilakukan, menyiratkan harapan di tengah duka mendalam.
Kronologi Kejadian dan Upaya Pencarian
Peristiwa nahas ini bermula saat belasan warga baru saja selesai bermain voli. Mereka hendak menyeberangi Sungai Panpan menggunakan jembatan. Namun, jembatan tersebut tiba-tiba ambruk, menyeret belasan orang yang berada di atasnya.
Koops Habema TNI menerima laporan mengenai insiden ini pada Minggu (2/11). Sejak saat itu, tim gabungan terus melakukan pencarian di beberapa kampung di Nduga. Posko Kemanusiaan didirikan sebagai pusat koordinasi bantuan dan informasi.
Fokus Koops Habema TNI
Koops Habema TNI memiliki beberapa fokus utama dalam penanganan bencana ini:
- Pencarian korban hilang.
- Penyaluran bantuan logistik dan kebutuhan dasar.
- Pelayanan kesehatan bagi warga terdampak.
Prajurit TNI telah menyiapkan personel dan peralatan lapangan untuk membantu distribusi bantuan ke wilayah yang sulit dijangkau.
Pernyataan Panglima Koops Habema TNI
Panglima Koops Habema TNI, Mayjen TNI Lucky Avianto, menyampaikan belasungkawa mendalam atas musibah ini. Ia menegaskan komitmen TNI untuk membantu masyarakat Papua.
“Kami turut berduka cita yang mendalam atas musibah longsor dan banjir bandang yang menimpa masyarakat Distrik Dal, Kabupaten Nduga. Koops Habema telah mendirikan Posko Kemanusiaan di lokasi terdampak untuk membantu proses pencarian, penyaluran bantuan, dan pelayanan kesehatan bagi warga,” ujarnya.
Lebih lanjut, Mayjen TNI Lucky Avianto menjelaskan mengenai peran TNI dalam situasi ini:
“Kehadiran TNI di Tanah Papua bukan hanya untuk menjaga keamanan, tetapi juga menjadi bagian dari solusi kemanusiaan. Kami akan terus bekerja sama dengan pemerintah daerah, relawan, dan masyarakat untuk memastikan setiap warga terdampak mendapatkan bantuan dan perlindungan,”
Saat ini, pencarian korban hilang masih terus dilakukan oleh masyarakat dari Distrik Dal, Mbua, dan Mbulmuyalma bersama prajurit TNI. Bupati Nduga bersama unsur Forkopimda direncanakan akan meninjau langsung lokasi bencana dan memberikan bantuan tambahan kepada masyarakat dalam waktu dekat.