Bank Digital Tanpa Kantor? Mimpi atau Kenyataan di Indonesia Kini?

  • 2 min read
  • Nov 04, 2025

Perkembangan bank digital di Indonesia semakin pesat, menawarkan kemudahan akses bagi nasabah tanpa perlu mengunjungi kantor cabang. Namun, penerapan konsep ini di Indonesia masih belum sepenuhnya terealisasi. Banyak nasabah yang masih menginginkan keberadaan fisik kantor bank sebagai bentuk kepercayaan.

Direktur Utama Bank Jago, Arief Harris Tandjung, mengungkapkan pandangannya terkait hal ini saat berkunjung ke kantor cabang Surabaya pada Kamis, 30 Oktober lalu. Ia menyebutkan bahwa kehadiran kantor cabang masih menjadi indikator kepercayaan bagi nasabah terhadap bank.

Kantor Cabang Bank Jago: Representasi Kepercayaan

Bank Jago, yang terdaftar dengan kode saham ARTO, saat ini memiliki enam kantor cabang. Tiga di antaranya berlokasi di Jabodetabek, sementara sisanya tersebar di Bandung, Semarang, dan Surabaya. Cabang Surabaya menjadi kantor keenam Bank Jago.

Sebagai bank digital, Bank Jago tidak berencana memiliki banyak kantor cabang. Kehadiran kantor cabang lebih berfungsi sebagai representasi dan upaya meningkatkan kepercayaan nasabah.

Rencananya, pada tahun 2026, Bank Jago hanya akan menambah satu kantor cabang lagi. Lokasinya masih dalam kajian dan belum ditentukan.

Arief Harris Tandjung menyampaikan,

“Lokasinya belum tahu. Kami masih mengkaji,”

Efisiensi Operasional dan Pertumbuhan Bisnis

Bank Jago mengklaim berhasil meningkatkan efisiensi operasional pada kuartal III-2025. Hal ini tercermin dari penurunan rasio biaya terhadap pendapatan (cost to income ratio/CIR) menjadi 59% dari sebelumnya 74%.

Arief menjelaskan,

“Indikatornya adalah Cost to Income Ratio yang membaik dari sekitar 74 persen menjadi 59 persen. Makin rendah artinya operasi makin efisien. Saya percaya ke depan akan turun terus.”

Pada kuartal III-2025, laba bersih Bank Jago meningkat signifikan sebesar 132% menjadi Rp 199 miliar, dibandingkan Rp 86 miliar pada periode yang sama tahun 2024. Pertumbuhan ini dicapai melalui efisiensi dan strategi prioritas yang terfokus. Bank Jago juga menekankan pentingnya peningkatan kompetensi dan produktivitas dalam mendorong pertumbuhan bisnis.

Bank Jago juga memanfaatkan teknologi, termasuk kecerdasan buatan (AI), untuk memperkuat sistem operasional dan mendukung kinerja karyawan.

Head of Culture, Communication, and Sustainability Bank Jago, Maya Kartika, menambahkan bahwa Bank Jago juga berfokus pada minimalisasi penggunaan kertas (paperless) dalam pelayanan. Pelayanan berbasis teknologi dan komunikasi digital menjadi prioritas.

Maya Kartika menyampaikan,

“Kami lebih fokus kepada konsumen untuk membuka rekening dengan aplikasi. Bukan datang ke kantor cabang,”

Target Nasabah dan Perilaku Pengguna

Saat ini, Bank Jago memiliki 19 juta nasabah. Bank menargetkan pertumbuhan nasabah sebanyak dua hingga empat juta setiap tahunnya. Pertumbuhan transaksi dan nasabah mencapai 22% per bulan. Mayoritas nasabah Bank Jago berasal dari generasi milenial dan generasi Z.

Menurut Maya, generasi milenial dan generasi Z cenderung lebih melek teknologi, yang memudahkan mereka dalam berinteraksi dengan layanan perbankan digital. Kemudahan ini memungkinkan siapa saja untuk membuka rekening Bank Jago di mana saja dan kapan saja.

Perilaku nasabah yang semakin mengarah pada transaksi digital, khususnya pembayaran menggunakan QRIS, juga menjadi fokus utama. Volume transaksi QRIS meningkat signifikan, mencapai tiga hingga empat kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya. Hal ini menunjukkan peningkatan intensitas penggunaan aplikasi Jago oleh nasabah.

Inisiatif Baru dan Pertumbuhan Aset

Ke depan, Bank Jago berencana meluncurkan sejumlah inisiatif baru. Salah satunya adalah Jago Dana Siaga, produk pinjaman yang ditujukan untuk memenuhi kebutuhan finansial nasabah yang tak terduga.

Maya mengungkapkan,

“Kolaborasi bukan hanya untuk memperluas bisnis, tapi juga memberi nilai tambah bagi nasabah dari sisi ekosistem partner. Melalui sinergi yang lebih dalam, kami bisa menciptakan produk yang unik dan relevan,”

Pertumbuhan total aset Bank Jago mencapai 28% secara tahunan (year-on-year/yoy) pada kuartal III-2025, mencapai Rp 34,5 triliun dari Rp 26,8 triliun pada September 2024. Peningkatan aset ini didorong oleh penyaluran kredit yang mencapai Rp 23,5 triliun hingga akhir September 2025, meningkat 36% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 17,3 triliun.

Post Terkait :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *