Riau Berduka: Kantor Gubernur Sunyi Senyap, KPK Bongkar ‘Korupsi’ Besar-besaran ?

  • 2 min read
  • Nov 04, 2025

Pekanbaru, JawaPos.com – Suasana di Kantor Gubernur Riau, Jalan Sudirman, Pekanbaru, tampak berbeda sehari setelah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan operasi tangkap tangan (OTT). Gubernur Riau Abdul Wahid dan sejumlah pejabat di lingkungannya menjadi sasaran dalam operasi pada Senin (3/11).

Aktivitas pemerintahan memang masih berjalan, namun nuansa kehati-hatian dan kecanggungan terasa di antara para aparatur sipil negara (ASN). Mereka tetap menjalankan tugas seperti biasa di tengah situasi yang tidak menentu.

Pantauan Riau Pos (Jawa Pos Grup) pada Selasa (4/11) menunjukkan lalu lintas kendaraan di kompleks kantor masih normal. Penjagaan oleh petugas keamanan juga tetap seperti hari-hari sebelumnya.

Kondisi Ruang Kerja Gubernur

Ruang kerja Gubernur Riau yang terletak di lantai dua terlihat sepi. Hanya beberapa anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) yang berjaga tanpa adanya penyegelan atau penjagaan tambahan dari pihak KPK.

Kegiatan pemerintahan tetap berlangsung meskipun sebagian besar dipimpin oleh Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Riau, Syahrial Abdi. Ia hadir mewakili gubernur dalam sejumlah agenda penting.

Agenda tersebut termasuk rapat koordinasi penurunan stunting serta pembahasan sektor migas. Hal ini menunjukkan upaya pemerintah daerah untuk tetap menjalankan roda pemerintahan di tengah situasi yang sedang berlangsung.

OTT KPK dan Dampaknya

Sebelumnya, KPK telah mengonfirmasi adanya OTT di Provinsi Riau pada Senin (3/11). Selain Gubernur Abdul Wahid, setidaknya sembilan pejabat dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) juga turut diamankan.

Juru bicara KPK menjelaskan bahwa tim masih bekerja di lapangan untuk mendalami kasus ini. Oleh karena itu, detail konstruksi perkara maupun bidang korupsi yang diselidiki belum dapat diungkap secara rinci.

“Tim masih terus bergerak. Jadi kami belum bisa menyampaikan secara rinci terkait konstruksi perkaranya,” ujar pihak KPK.

OTT ini menimbulkan kehebohan besar di lingkungan Pemprov Riau. Apalagi, Abdul Wahid baru menjabat sebagai gubernur belum genap satu periode penuh.

Pernyataan dari KPK menjadi penegasan bahwa penyelidikan masih berlangsung dan informasi lebih lanjut akan disampaikan seiring dengan perkembangan kasus.

Post Terkait :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *