Nduga Berduka: Banjir & Longsor, TNI Bergegas Cari 23 Korban Hilang, Ada Apa?

  • 2 min read
  • Nov 04, 2025

Jakarta, JawaPos.com – Kabar duka datang dari Kabupaten Nduga, Papua Pegunungan. Jumlah korban hilang akibat banjir dan longsor yang melanda daerah tersebut terus bertambah. Tim gabungan masih terus melakukan pencarian terhadap para korban yang hingga kini belum ditemukan.

Bencana alam yang terjadi telah menyisakan duka mendalam bagi keluarga korban dan masyarakat setempat. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat adanya peningkatan jumlah korban hilang. Upaya pencarian dan penyelamatan terus dilakukan, namun tantangan medan dan cuaca menjadi hambatan tersendiri.

Korban Hilang Bertambah

Jumlah korban hilang bertambah menjadi 23 orang. Data terbaru yang diperoleh dari BPBD Nduga pada 4 November menunjukkan adanya penambahan 8 orang dari data sebelumnya. Sebelumnya, BNPB mencatat 15 orang hilang.

Rincian Korban Hilang

  • 15 warga dari Distrik Dal
  • 8 warga dari Distrik Yuguru

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menyampaikan informasi terbaru terkait penambahan jumlah korban hilang. Pihaknya terus berkoordinasi dengan BPBD setempat untuk mendapatkan data yang akurat.

“Sejumlah warga yang hilang diduga hanyut terbawa arus kuat saat menyeberang Sungai Papan,” ungkap Abdul Muhari.

Baca Juga: Ternyata Gubernur Riau Abdul Wahid Sempat Buka Perlombaan MTQ di Pekanbaru Sebelum Terjaring OTT KPK

Upaya Pencarian dan Penanganan Bencana

Proses pencarian korban hilang melibatkan berbagai pihak. Selain BPBD Kabupaten Nduga, TNI juga turut membantu dalam upaya pencarian. Petugas di lapangan terus berupaya menangani dampak bencana banjir dan longsor yang terjadi sejak Sabtu (1/11).

Wilayah terdampak bencana berpusat di dua distrik, yaitu Distrik Dal dan Distrik Yuguru. Kampung Dal dan Kampung Silan, yang berada di Distrik Dal, menjadi lokasi yang paling parah terkena dampak banjir bandang.

BNPB mengimbau pemerintah daerah dan warga untuk waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi basah. Masyarakat diminta untuk terus memantau informasi cuaca dari sumber resmi pemerintah.

“Sedangkan pemerintah daerah, khususnya BPBD, diharapkan untuk melakukan upaya pencegahan, mitigasi dan kesiapsiagaan, seperti diseminasi informasi peringatan dini atau evakuasi warga,” kata Abdul Muhari.

Pernyataan Abdul Muhari menekankan pentingnya kewaspadaan dan kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi bencana. Upaya pencegahan dan mitigasi diharapkan dapat meminimalkan dampak buruk yang mungkin timbul.

Post Terkait :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *