GORONTALO, LIMEHU.COM – Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Gorontalo menggelar malam puncak peringatan Hari Amal Bhakti (HAB) ke-80 Kementerian Agama Republik Indonesia, Jumat (9/1/2026), bertempat di halaman Kanwil Kemenag Gorontalo.
Momentum tersebut dimanfaatkan untuk menegaskan komitmen peningkatan layanan keagamaan pada tahun 2026, sekaligus menyampaikan capaian dan inovasi yang telah dilakukan sepanjang tahun 2025.
Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Gorontalo, H. Kaswad Sartono, dalam sambutannya menyampaikan bahwa sepanjang tahun 2025 Kemenag Gorontalo telah menorehkan sejumlah capaian dan prestasi di berbagai bidang, mulai dari pendidikan keagamaan hingga layanan dan tata kelola birokrasi.
Di bidang pendidikan keagamaan dan madrasah, Kaswad menyoroti capaian pada ajang Olimpiade Madrasah Indonesia, di mana Provinsi Gorontalo berhasil meraih 10 medali. Menurutnya, capaian tersebut merupakan prestasi luar biasa bagi Gorontalo.
“Sepuluh medali mungkin bagi provinsi lain terlihat kecil, tetapi bagi kami itu adalah prestasi yang sangat membanggakan. Terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat, baik secara langsung maupun tidak langsung,” ujar Kaswad.
Selain itu, Kemenag Gorontalo juga mencatat berbagai prestasi pada kegiatan Rohani Islam (Rohis) tingkat nasional di Jakarta, serta penguatan di bidang keagamaan dan kerukunan umat beragama.
Kaswad mengungkapkan, Indeks Kerukunan Umat Beragama Provinsi Gorontalo tahun 2025 mencapai angka 77,49, mendekati angka nasional sebesar 77,89. Capaian tersebut dinilai sebagai kondisi yang baik dan sejalan dengan implementasi Asta Protas Menteri Agama RI.
“Kerukunan umat beragama adalah bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan kita. Ini menjadi komitmen bersama untuk terus dijaga dan ditingkatkan,” katanya.
Pada aspek layanan keagamaan, Kaswad menyebutkan bahwa sepanjang tahun 2025 kanwil kemenag Gorontalo belum menerima keluhan dari masyarakat. Meski demikian, ia mengakui masih terdapat kekurangan yang akan terus dibenahi ke depan.
“Walaupun belum sempurna, kami belum pernah menerima keluhan masyarakat terkait layanan keagamaan. Artinya kita sudah berusaha memberikan yang terbaik. Yang belum sempurna akan kita sempurnakan di tahun 2026,” ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, Kemenag Gorontalo juga memaparkan sejumlah inovasi layanan dan tata kelola, di antaranya program “Gembira” yang telah menjangkau 687 masjid, gereja, dan pura di seluruh wilayah Gorontalo.
Selain itu, reformasi birokrasi di lingkungan Kanwil Kemenag Gorontalo dinilai berjalan baik, mencakup penataan sumber daya manusia, pengelolaan keuangan, hingga pengelolaan Humas.
Kemenag Gorontalo juga menyiapkan transformasi Kantor Urusan Agama (KUA) sebagai program strategis tahun 2026, dengan alokasi anggaran sekitar Rp400 juta untuk penguatan Kawah Transformasi KUA agar manfaatnya lebih dirasakan oleh masyarakat.
Di bidang madrasah, Kanwil Kemenag Gorontalo turut menetapkan kebijakan inovasi melalui keputusan kanwil terkait pembimbingan dan pembobotan prestasi Al-Qur’an sebagai bagian dari penguatan pendidikan keagamaan.
Menutup sambutannya, Kaswad berharap tahun 2026 menjadi momentum untuk meraih prestasi puncak dalam pelayanan keagamaan, kerukunan umat beragama, serta pendidikan keagamaan.
“Saya mengajak seluruh jajaran untuk terus membantu dan mendukung Kementerian Agama dalam memaksimalkan inovasi yang telah ditetapkan. Terima kasih kepada semua pihak yang telah berdedikasi untuk Kementerian Agama, negara, dan agama,” pungkasnya.